Proses pencampuran bahan-bahan dengan produk jadi mereka disebut PU foam. PU foam pada dasarnya dibuat dari dua bahan kimia utama - poliol dan Isosianat. Reaksi kimia antara kedua bahan kimia ini dipicu, mencampurnya dalam proporsi yang diperlukan untuk memulai PU foam. Hal ini sangat krusial karena untuk mendapatkan busa yang sempurna, rasio bahan kimia tersebut harus akurat.
Untuk memastikan bahwa kedua bahan kimia dicampur dalam proporsi yang sempurna, mesin khusus membantu mengukur dan mencampurnya. Ini adalah mesin yang sangat akurat yang dirancang untuk memastikan jumlah dosis yang tepat. Bahan kimia dicampur bersama dengan cepat sehingga memastikan tidak akan ada gelembung yang tertinggal dalam campuran, yang dapat memengaruhi seberapa baik dan tahan lama busa tersebut.
Ketika kedua bahan dicampur, hal ini menyebabkan reaksi antara bahan kimia di dalamnya untuk menghasilkan busa. Ini sangat menarik karena reaksi yang menghasilkan gelembung-gelembung ini menghasilkan panas, dan sebenarnya membuat busa naik. Campuran tersebut mulai bereaksi, lalu akan mulai tumbuh dan menjadi busa yang ringan dan berpori.
Busa tersebut memuai dan keluar dalam bentuk yang lembut, lalu dipindahkan ke lokasi tertentu hingga mendingin dan mengeras. Salah satu langkah paling penting adalah pendinginan; ini memungkinkan busa untuk mendingin menjadi bentuk padat dan mempertahankan bentuknya tanpa runtuh akibat gravitasi). Jika busa tidak mendingin dengan benar, ia bisa kehilangan bentuknya dan tidak lagi layak digunakan.

Langkah terakhir dalam proses pembuatan busa PU adalah memotong dan membentuknya menjadi produk jadi. Mereka biasanya akan menyusunnya menjadi ukuran dan bentuk yang dibutuhkan, menggunakan alat khusus untuk memotong busa. Karena hal inilah, busa dapat dioptimalkan untuk memberikan performa khusus sesuai dengan berbagai penggunaan, seperti untuk perabotan, kemasan, atau isolasi.

Pemeriksaan kualitas dilakukan untuk produk busa pada tahap akhir proses produksi. Setelah busa terbentuk dan dipotong sesuai bentuk, semua produk jadi mengalami pengujian ketat untuk menjamin bahwa mereka cukup kuat dan telah memenuhi semua standar yang diperlukan. Ini merupakan bagian penting, karena membantu menjaga performa dan keawetan busa.

Secara ringkas, pembuatan busa PU melibatkan beberapa langkah kritis yang harus semua diikuti untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Langkah-langkah tersebut adalah mencampur bahan-bahannya, membuat busa dari campuran tersebut lalu mengeras dan mengeringkannya, setelah itu memotong dan membentuknya sebelum dikemas untuk memastikan kualitasnya. Langkah-langkah ini juga memastikan bahwa busa PU berkualitas tinggi dan berfungsi dengan baik dalam berbagai aplikasinya.
Penyegel busa sepenuhnya otomatis buatan Kaiwei dilengkapi dengan tiga sumbu dan delapan motor. Perangkat ini juga dilengkapi delapan peredam serta proses produksi busa PU.
Kami menyediakan layanan purna-jual komprehensif di lokasi, serta alat pembelajaran daring yang meningkatkan kepuasan pelanggan. Kami akan menghadirkan proses produksi busa PU, pemeliharaan, atau pemecahan masalah guna menyelesaikan permasalahan dalam waktu yang cepat. Hal ini menjamin bahwa peralatan pelanggan kami dapat terus beroperasi dan memproduksi secara normal.
Tidak memerlukan proses produksi busa PU; mengurangi beban kerja karyawan. Penggunaannya sederhana. Pengguna pemula dapat mulai mengoperasikannya dalam waktu 30 menit.
Head hibrida KW900 memegang paten untuk penemuan nasional. Tidak ada pengukuran bahan baku, dan tidak ada pengendalian tekanan (tidak ada pengukuran konstan densitas bahan baku akibat perubahan iklim musiman). Jumlah dan ukuran percikan lem serta parameter layar sistem dapat disesuaikan kapan saja untuk mendapatkan takaran lem yang tepat. Bahan baku tidak diubah, rasio bahan baku tidak diubah, dan tidak diperlukan pengukuran berat secara manual sebelum setiap penggunaan. Tidak ada persyaratan khusus untuk proses produksi busa PU.
Hak Cipta © Shanghai Kaiwei Intelligent Technology (Group) Co., Ltd. All Rights Reserved - Kebijakan Privasi- Aku tidak tahu.BLOG